Standar Kedalaman Kolam Renang

KOLAM renang PON Riau XVIII-2012 tak penuhi standar internasional. Waktu terbaik atlet pun sulit dicapai. Tapi, cabang renang tetap digelar di PON.

Ukuran tidak memenuhi standar itu juga teradapat pada kolam cadangan yang akan digunakan atlet untuk latihan dan pemanasan. Kolam renang yang akan dijadikan tempat lomba itu hanya terdiri dari 8 lintasan, sedangkan standar internasional FINA adalah di 10 lintasan.

Bukan cuma itu, kedalaman kolam juga hanya mencapai 180 cm. Padahal, standar minimalnya adalah 200 centimeter.

“Kondisi kolam renang yang berada di kompleks Stadion Rumbai itu fasilitasnya di bawah standar internasional,” tegas Lukman, anggota Asian Swimming Federation (ASF), seperti dilansir Antara, Kamis (28/6).

Sementara, untuk kolam tempat pemanasan (warming up), Lukman mengungkapkan kondisinya jauh lebih mengkhawatirkan. Bayangkan saja, panjangnya hanya 25 meter dan memiliki 3 lintasan dengan kedalaman hanya 80 cm.

Jika dibandingkan dengan kolam renang di Tenggarong, Kalimantan Timur ketika menjadi tuan rumah PON XVII-2008 kondisi di Rumbaik jauh lebih buruk. Di Tenggarong, kolam latihan setidaknya sudah sesuai standar internasional dengan 6 lintasan dengan panjang 50 meter.

“Anda bisa bayangkan bagaimana kalau seorang perenang Wisnu Aji Dewabrata yang bertinggi badan 186 centimeter atau Glenn Victor yang bertinggi 184 centimeter melakukan pemanasan di dalam kolam yang hanya berkedalaman 80 centimeter,” ungkap Lukman.

Lukman menambahkan, dengan fakta itu, bukan berarti pelaksanaan PON harus dibatalkan. Namun ia khawatir dalam perlombaan nanti, tak akan tercipta waktu terbaik baru yang diciptakan para atlet.

“Saya khawatir pada PON nanti tak akan tercapai best time atau pemecahan rekor yang diharapkan. Bagaimana pun kolam tempat berlomba harus mengacu pada standar nasional dan internasional. Kolam yang ada di Gelora Bung Karno pun berkedalaman 300 centimeter,” tandasnya.